Lindamaya logo

[Review] Innisfree Green Tea Seed Serum
14 Juli 2018

[Review] Innisfree Green Tea Seed Serum

Skincare
innisfreejerawatkulit berminyakoily skinserum

Akhirnya bisa kembali menulis setelah 3 minggu kemarin disibukkan sama pindahan rumah, wisuda adek, dan laporan triwulan yang mesti aku selesaikan sebelum tanggal 10 kemarin.

Semacam sibuk banget aku tuh… hihi

Kali ini, aku mau mengulas tentang serum, dari produk Korea lagi, yaitu Innisfree Green Tea Seed Serum.

Cerita sedikit, gimana awal mulanya nyobain serum ini. Jadi ada temenku yang pengen cobain clay mask-nya Innisfree. Dia pengen beli yang mini size yang dijual sepaket sama serum dan pelembab Innisfree juga. Terus dia ngajakin aku patungan gitu, dia ambil maskernya, aku serum sama pelembabnya.

Serum yang mini size ini berukuran 5 ml. Kupakai pagi malam selama hampir 3 mingguan. Selama pemakaian itu, aku kok merasa kulitku lebih sehat. Sehat disini dalam artian, kondisi kulitku dengan segala permasalahannya itu membaik.

Katanya sih, serum memang fungsinya menutrisi kulit. Kandungannya itu rich banget, sehingga mampu menutrisi kulit sampai ke lapisan terdalam dengan baik. Nggak heran kan kalau serum itu merupakan skincare product yang harganya termahal dibanding produk lain kayak pelembab, toner, sunscreen, sabun cuci muka, dan sebagainya.

Kalau aku baca-baca, berdasarkan pengalaman temen-temenku juga, pemilihan serum bisa disesuaikan dengan skin concern-mu. Misal masalahmu jerawat yang parah nggak sembuh-sembuh, bisa cari serum yang mengandung salicylic acid atau niacinamide, serum dari The Ordinary contohnya. Misal masalahmu adalah tekstur kulit dan bekas jerawat, bisa dicoba serum yang lagi hits Natural Pacific (Nacific) Fresh Herb Serum. Kedua merk ini dipakai sama temen-temenku dan hasilnya memang bagus di mereka, aku tulis di postingan yang ini ya.

Masalah dikulitku itu sebenernya adalah oily-dehydrated skin. Kering banget setelah cuci muka, meski tanpa sabun pun, terus nanti beberapa jam kemudian udah kayak kilang minyak. Bagian terdalam kulit yang kekeringan, bakalan mendorong kelenjar minyak buat memproduksi minyak dalam jumlah besar biar kulit jadi lembab, ceritanya kurang lebih begitu.

Nah, biar produksi minyak nggak berlebihan. Solusinya ya kasih kelembaban hingga layer terdalam kulit. Dan sepertinya, Innisfree Green Tea Seed Serum ini mampu mengatasi masalahku itu. Serum ini diklaim dapat memberikan kelembaban yang abundant (berlimpah) dan menutrisi hingga ke lapisan terdalam kulit (tulisan di kemasannya begitu).

Akhirnya kuputuskan untuk membeli full size-nya. Info Produk  :

Harga          : Rp 238.800
Ukuran        : 80 ml
Beli di          : Shopee (cosmeticplaza)

For all skin types

Masuk ke review produknya, aku suka banget sama kemasannya. Botolnya terbuat dari plastik yang ringan banget dan yang paling kusuka adalah dispensernya bentuk pump dan bukan pipet. Jadi aman kalau misal kesenggol pas dipakai, nggak akan tumpah. Sedih banget nggak sih kalau mahal-mahal cuma ditumpahin, maklum ceroboh banget aku tuh. :))

Bagian pump-nya juga ada tutupnya lagi, jadi lebih higienis.

Serum ini teksturnya cair dan warnanya bening yang agak putih burem gitu. Cairannya ringan dan nggak kental, jadi gampang banget meresapnya ke kulit. Baunya juga enak banget, khas green tea gitu, seger deh pokoknya. Katanya sih terbuat dari ekstrak teh hijau dari Pulau Jeju, di Korsel sana.

Cara pemakaiannya, tuang ke tangan yang bersih sekitar dua pump, ratakan terus usapkan ke wajah sambil di tepuk-tepuk perlahan ala-ala iklan gitu. Serum ini dapat digunakan di pagi maupun malam hari sebelum tidur.

Kalau aku pribadi, aku gunakan setelah pakai exfoliating toner, pakai serum ini, kemudian baru pelembab. Biar muka nggak kekeringan lagi dan makin berminyak.

Perubahan di kulit yang aku notice banget itu adalah, jerawat PMS. Biasanya kalau mau mens, selalu muncul jerawat sebiji doang di area bibir dan dagu, yang katanya jerawat hormonal. Si jerawat sebiji doang ini modelnya kalau mateng itu putih dan gede banget, jadi suka dikira nasi yang masih nempel di bawah dagu.

Gemes banget sebenernya pengen pencet, tapi nanti malah bikin kesembuhan jerawatnya nggak tuntas, meradang lagi dan bekasnya susah hilang. Yaudah disabar-sabarin sampe meletus sendiri deh. Kadang aku suka pake masker kalo ke kantor, dikira lagi flu padahal buat nutupin jerawat. 😛

Nah, semenjak aku pakai serum ini, jerawatku yg kayak nasi itu membaik dong. Matengnya cuma kayak titik putih gitu doang dan cepet banget ilangnya. Kadang juga nggak jerawatan sama sekali pas PMS. Duh, aku terharu. Serum ini my lifesaver banget deh pokoknya.

Kalau ditanya bakal repurchase lagi atau nggak, IYA BANGETLAH. Nggak lebay, tapi emang secinta itu. Huhu… Aku (dan suami harus) rela makan tempe tahu sebulan deh asal serum ini bisa kebeli.

Oiya, mungkin muncul beberapa pertanyaan kayak gini:

Kok produk Korea mulu sih? Nggak cinta produk lokal nih? Lokal kan lebih affordable. Mentang-mentang Kpopers. ((kira-kira begini komentar netizen))

Hmm, begini ya. Pertama, serum merk lokal itu pilihannya belum banyak. Setauku itu ada Wardah, Biokos, Garnier, sama Sensatia Botanicals. Sementara, aku punya pengalaman nggak cocok sama beberapa produk Wardah dan Garnier.

Kedua soal harga, Wardah Serum White Secret misalnya, harganya Rp 63 ribu ukuran 17 ml. Sementara Sensatia Botanicals Facial C-Serum harga Rp 180 rb ukuran 60 ml. Nah, coba dikonversi dan disamakan dengan Innisfree yang tadi, kerasa mahal banget nggak?

Ketiga, bukan karena aku pecinta Kpop dan drama Korea, terus aku jadi Korean holic gitu. Apa-apa mesti dari Korea. Nggak kok, banyak juga produk skincare yang kupakai bukan produk Korea, contohnya Cetaphil, Yves Rocher, atau Corine de Farme. Ya karena produk Korea memang banyak yang bagus, gimana dong. HAHAHA

Sekian review serum kali ini, semoga ada manfaatnya setelah dibaca. 🙂