HALO HALOOOO……..
Sampai lulus kuliah, aku masih yang belum se-care itu sama kulit wajah. Bagiku, asal nggak ada jerawat ya udah aman aja. Paling jerawat muncul sebulan sekali ketika mau datang bulan dan nggak peduli juga mau bekas jerawatnya cepet ilang atau nggak. Perawatan dan make up yang dipake ya simpel aja, sabun cuci muka, pelembab, bedak tabur, lip gloss.
Dulu penggunaan internet nggak seheboh sekarang sih, makanya kita anak-anak generasi 90-an belum pada paham skincare. Beda banget sama anak-anak yang katanya zaman now ini, mau cari review produk udah bejibun banget sumbernya di blog-blog sama youtube. Ini entah karena belum zamannya, atau akunya aja yang ketinggalan zaman ya.. hmmm…
Kali ini dalam episode memenuhi janji (terhadap diri sendiri) buat me-review beberapa skincare yang pernah aku buktikan keampuhannya dalam Perang Melawan Kulit Berminyak. Kita bahas satu per satu dulu ya, mulai dari sabun cuci muka atau facial wash.
Dari SMA sampai kuliah, seingetku aku nggak pernah gonti-ganti sabun cuci muka. Yang kupakai merk Pond’s, tapi jenisnya yang bervariasi. Kadang pake yang pink, yang ijo, yang item, tanpa dibaca dulu formulanya ditujukan untuk kulit kering atau berminyak. Tergantung apa yang ada di rumah aja, aku ambil dan kubawa ke kos (maklum anak rantau dari SMA, ngirit coy). Waktu itu belum paham juga sih kulit mukaku itu berminyak apa kering.
Hingga suatu hari gara-gara rafting (acara kantor) di Green Canyon Pangandaran tahun 2014, muka langsung jerawatan segede kacang kedelai dan sempet bikin stres banget waktu itu. Cara cepatnya adalah ke dokter kulit yang udah dapet skincare sepaket gitu isi facial wash, toner, day cream dan night cream. Alhasil, jerawat langsung lenyap dalam hitungan minggu. Agak serem juga sih jadinya. Setelah browsing sana-sini bahwa katanya krim dokter bikin ketergantungan, aku mulai cari cara biar lepas dari krim dokter tanpa purging. Beberapa sumber menyatakan kalau mau move on dari krim dokter harus pake produk yang alami dulu. Aku ketemu sama The Bath Box (TBB) yang mengklaim produknya terbuat dari bahan-bahan alami gitu.
Aku nyobain yang Goats Don’t Lie (GDL) Tea Tree yang dikhususkan buat oily and acne prone skin. Alhamdulillah cocok, sampai habis 2 botol pump ukuran 300 ml. Sampai suatu hari, TBB stop produksi sementara buat mengurus izin pabrik atau gimana gitu. Yaudah, akhirnya harus kembali browsing nyari facial wash yang oke. Dan pilihan jatuh kepada Cetaphil.
Kenapa pilih Cetaphil? Alesannya cuma satu, produk ini banyak direkomendasikan oleh dokter kulit dan dokter anak yang formulanya di-klaim aman bagi wanita hamil, menyusui dan bayi sekalipun. Jaga-jaga aja nih kalau misal nanti hamil kan nggak perlu ganti skincare gitu. FYI, mereka juga ada produk buat baby hlo.
Cleanser-nya Cetaphil ini ada dua jenis, yaitu Gentle Skin Cleanser dan Oily Skin Cleanser. Bedanya apakah? yang Oily diformulasikan buat kulit berminyak dan kombinasi. Sedangkan yang Gentle untuk all skin types, yang Gentle ini bisa dipakai untuk sabun badan juga (kalau aku sih eman-eman, mehong cyin… ntar cepet abis).

Packaging keduanya mirip sih, cuma beda di tulisan sama ada ikon face untuk Oily dan face+body untuk yang Gentle.
Sementara untuk tekstur, tampak jelas perbedaannya. Cetaphil Gentle memiliki tekstur yang kental, no fragrance, dan tidak berbusa karena tidak mengandung sabun. Karena teksturnya yang kaya milk cleanser dan tidak berbusa ini, Cetaphil Gentle juga dapat digunakan sebagai first cleanser dan make up remover. Jika difungsikan sebagai first cleanser, caranya tinggal apply secukupnya Cetaphil Gentle di muka yang kering, pijat perlahan dengan lembut, kemudian usap dengan kapas lembab sampai bersih. Kemudian jika difungsikan sebagai make up remover, tuangkan Cetaphil Gentle ke kapas secukupnya, kemudian bersihkan make up seperti biasa. Kalau digunakan sebagai facial wash biasa, Cetaphil Gentle ini nggak bikin muka kesat kayak ketarik gitu setelah cuci muka. Berasa kenyal dan lembab.

Sementara Cetaphil Oily memiliki tekstur yang lebih cair dan bening, mempunyai sedikit wewangian (fragrance) tapi wanginya bukan yang kuat sampai nyegrak banget gitu. Masih fine-lah. Cetaphil Oily juga mengeluarkan sedikit busa saat dipakai cuci muka. Setelah cuci muka dengan Cetaphil Oily, muka terasa kayak bebas minyak tetapi masih terasa lembabnya. Setelah beberapa hari pakai Cetaphil Oily, beneran loh muka jadi keliatan lebih terkontrol dari minyak. Abis kepanasan keringetan di jalan, biasanya kan muka langsung berminyak banget sampai bikin bedak dan sebagainya luntur. Tapi setelah pakai ini sebagai facial wash, minyak di wajah jadi nggak lebay gitu. Tapi testimoni dari beberapa temen bilang kalau Cetaphil Oily bikin muka jadi kering, maybe tipe kulit mereka memang kering atau normal sih, sehingga Cetaphil Oily ini menyerap minyak yang nggak seberapa banyaknya di wajah mereka sampai bikin kering. Tapi kalau kulit kamu berminyak banget nget kayak aku, recommended banget nih beneran.
Salah satu perbedaan yang paling penting dari Cetaphil Gentle dan Oily adalah harganya. Meski Cetaphil Gentle ini bisa dibilang lebih “multi fungsi”, tetapi Cetaphil Oily lebih mahal hingga dua kali lipat dibanding yang Gentle. Di drugstore atau di situs-situs belanja online juga sering banget ada promo Cetaphil Gentle yang kadang sampai 50%, lumayan banget kan. Tapi si Cetaphil Oily ini kok jarang ada promonya. Hiks, sedih! T.T
Nih, sku screenshot-in harga keduanya dengan size yang sama di Sociolla sebagai perbandingan.


Jika kamu lagi nyari skincare yang aman bahkan untuk ibu hamil dan menyusui sekalipun, Cetaphil patut dipertimbangkan sebagai pilihan. Tinggal menyesuaikan aja, misal kulitmu kering, normal, atau kombinasi bisa pilih yang Gentle dan kalau kulitmu berminyak bisa pilih yang Oily. Meski sedikit pricey, tapi produknya memang oke banget kok. Selamat mencoba dan semoga cocok juga yah! ^^

![[Review] Cetaphil Skin Cleanser: Gentle vs Oily](/images/uploads/2018/01/photo_2018-01-14_16-39-05.jpg)