Lindamaya logo

My Acne Story Part II
23 April 2018

My Acne Story Part II

Skincare
benzolacbenzoyl peroxidejerawatnature republicobat jerawatsari ayu

Melanjutkan curhatan tentang pencarian obat jerawat…

Masalah jerawat sepertinya memang tidak ada ending-nya ya, apalagi bagi aku yang super pemalas ini. Paling males cuci muka kalau udah ngantuk banget… alasannya takut ngantuknya ilang abis muka kena air. Tetapi ujung-ujungnya bete sendiri karena muncul jerawat.

Memang susah kalau punya cita-cita punya muka mulus bening kayak artis korea, tapi nggak diimbangi sama perawatan yang rutin. Mau yang instan, misal ke klinik kecantikan pun nggak akan optimal kalau dasarnya kita memang males, suka skip-skip skincare routine

Jerawatku masih saja datang silih berganti setelah berhenti pakai krim dokter, tetapi ya paling satu dua biji doang waktu PMS. Yang bikin stres, kadang jerawat muncul di tempat-tempat strategis kayak di bawah bibir atau di tulang pipi, kan mengganggu banget kalau mau dandan, jadi nggak flawless gitu.

Biar jerawat cepet ‘matang’, aku sempet nyobain beberapa merk obat jerawat diantaranya Sariayu Sulfur Intensive Acne Care yang cara pakainya endapan sulfur-nya ditotol pake cotton bud kemudian diolesin ke jerawat. Ternyata obat ini nggak mempan buat jerawatku, tetapi ngaruh banget di jerawat temenku.

Kemudian, aku disaranin temen buat nyobain Benzolac 2,5%. Aku nyobain bareng adekku, yang kebetulan jerawatnya parah banget hampir semuka. Obat ini lumayan bisa bikin mateng jerawatnya, tapi baru benar-benar bisa ilang sampe semingguan lebih. Reaksi yang sama juga dirasakan oleh adekku.

Terus aku browsing tentang obat ini, ternyata Benzolac ada 3 jenis. Benzolac 2,5% (warna hijau), Benzolac 5% (warna kuning), dan Benzolac-CL (warna biru). Perbedaanya adalah kadar benzoyl peroxide di dalamnya. Benzoyl peroxide merupakan zat yang disebut ampuh membunuh bakteri penyebab jerawat. Obat jerawat yang mengandung benzoyl peroxide diformulasikan untuk jenis jerawat yang ringan hingga sedang akibat kelebihan minyak (sebum). Cara kerja dari Benzolac ini adalah dengan menyerap kelebihan minyak di area jerawat kemudian membersihkan pori-pori dari sumbatan sebum penyebab jerawat, sehingga obat ini ampuh untuk ‘mematangkan jerawat’ dan mencegah bibit jerawat berkembang menjadi jerawat.

Benzolac 2,5% mengandung kadar benzoyl peroxide 2,5% dan difungsikan untuk mengobati jerawat ringan sampai sedang, Benzolac 5% untuk jerawat sedang hingga parah, dan Benzolac CL untuk jerawat batu. Karena Benzolac 2,5% lama banget sembuhnya untuk jerawatku, aku memutuskan buat nyobain Benzolac 5%.

Benzolac dapat kamu beli di apotek biasa kayak K24, Kimia Farma, Watsons, Guardian, dkk juga ada. Harganya termasuk murah banget, harga eceran tertinggi (HET) Benzolac 5% cuma Rp 22.000,. Aku beli seharga Rp 19.500 di apotek tak ber-merk deket rumah.

Cara pakainya sesuai yang tertera di kemasannya, oleskan tipis-tipis di tempat yang jerawat dan sekitarnya. Benar saja, jerawat langsung matang dalam semalam dan mengering dalam 2-3 hari. Tetapi kok muncul lagi jerawat baru di sebelahnya, begitu sembuh, muncul lagi di sebelahnya gitu terus sampai muka hampir dipenuhi bekas jerawat. Wah, pasti ada yang salah ini. Tetapi entah kenapa aku masih percaya sama Benzolac dan nggak pengen nyobain obat jerawat yang lain.

Aku bertekad untuk browsing dengan keyword benzoyl peroxide biar banyak referensi bukan hanya web berbahasa Indonesia aja yang masih terbatas source-nya. Bertemulah dengan situs acne.org dimana mereka menjual acne regimen atau semacam produk begitu yang terdiri dari 3 rangkaian, yaitu sabun cuci muka (cleanser) yang gentle, obat jerawat (benzoyl peroxide), dan pelembab (moisturizer). Ketiga rangkaian itu sifatnya wajib buat memerangi jerawat, cek video acne.org berikut:

Setelah aku disadarkan oleh situs tersebut, aku mulai beli pelembab, selama ini ga pernah pake pelembab karena merasa kulitku berminyak. Ternyata pemikiran itu salah besar. Biar cepet, aku beli pelembab yang ada di supermarket aja dan ketemu sama Sari Ayu Putih Langsat.

Bayangkan, di saat aku beli pelembab ini, tepatnya pertengahan 2016 adalah H-3 bulan pernikahanku, gimana nggak stres kalau muka masih jerawatan, nanti pas dirias tekstur kulitnya nggak rata dong. Benzoyl Peroxide memang bikin kulit kering, makanya kita butuh pelembab biar Benzolac dapat bekerja optimal dan kulit ngga ‘ngeletek-ngeletek’ hingga bekas jerawatnya item. Pelembab disini bisa sembarang merk ya, yang cocok aja di kulit kalian. Untungnya aku cocok pake Sari Ayu yang super terjangkau seharga Rp 20.000 ini. Begitu aku ganti merk Nature Republic aloe gel sebagai pelembab juga masih bekerja dengan baik Benzolac-nya.

Kemudian dari video itu, aku juga baru memahami kalau penggunaan obat jerawat dengan kandungan Benzoyl Peroxide harus seluruh muka, meski jerawatannya cuma di spot-spot tertentu saja. Dipakainya tipis-tipis ke seluruh muka. Berdasarkan pengalamanku, kalau dipake di jerawatnya doang, begitu sembuh, si jerawat muncul lagi di sebelahnya, sembuh lagi eh pindah lagi ke sebelahnya begitu terus. Ternyata bakteri penyebab jerawat ‘kabur ‘setelah di pakein Benzolac dan pindah ke area lain yang lebih ‘aman’. Begitu aku pakai ke seluruh wajah, jerawat nggak lagi muncul di muka, malah nyempil di deket kuping dan di leher, nyar lokasi yang tidak terlindungi dengan Benzolac. Tiga bulan kemudian, pas aku nikah, jerawat di muka ilang sama sekali. Padahal lagi datang bulan. Tentunya dalam tiga bulan itu aku ekstra pembersihan juga sih, hampir ngga pernah skip double cleansing.

Begitu muka udah bersih dari jerawat, aku pakai Benzolac-nya hanya di area yang berjerawat aja. Alhamdulillah nggak nyebar lagi, asal bener cara pakainya. Nanti kutuliskan di postingan selanjutnya, mengapa Benzolac nggak bisa bekerja dengan baik di beberapa orang.

Sekarang jerawat udah nggak menghantuiku lagi, bukan lagi masalah besar karena aku tau solusinya. Kalau pun muncul jerawat, paling cuma satu biji akibat ulah diri sendiri yang suka ketiduran dan melewatkan night skin care routine. Kalau udah gini mah, memang harus terima konsekuensi akibat kemalasanku sendiri.

Dari pertengahan 2016 sampai sekarang, maybe sekitar hampir 2 tahun, Benzolac masih menjadi obat jerawat andalanku sih.

Note: penggunaan Benzolac tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui ya, karena kandungan Benzoyl Peroxide nya yang bersifat membunuh bakteri yang mungkin dapat membahayakan janin dan bayi.