Lindamaya logo

Kisah Sukses Lissa Memerangi Jerawat
22 Juli 2019

Kisah Sukses Lissa Memerangi Jerawat

Skincare
acneaesthetic centerbekas jerawatbenzolacexfoliating tonerexfoliationfacial washjerawatklinik kecantikankrim dokter

Ngomongin soal jerawat, pasti bakalan jadi topik pembahasan yang panjang. Baik dari penyebab munculnya jerawat, cara mengobatinya, sampai cara memudarkan bekas jerawat itu sendiri.

Kadang kita wondering ya, kok ada teman yang nggak merawat kulit sama sekali, tidur nggak bersihin muka, skincare-nya cuma sabun muka doang, tapi kok kulitnya bisa bersih? Kita-kita ini yang udah pake skincare mahal-mahal pun kadang masih jerawatan. Tanya kenapa?

Kebanyakan orang yang nggak pernah jerawatan sepanjang hidupnya, biasanya tipe kulitnya normal atau cenderung kering. Nah, kita yang selalu dihantui sama masalah jerawat ini, biasanya tipe kulitnya berminyak atau kombinasi (berminyak di area T-zone doang).

Kita boleh iri sama temen yang kulitnya kering karena nggak perlu pusing mikirin jerawat, tetapi kita yang kulitnya berminyak ini juga punya kelebihan kok, yaitu tampak lebih awet muda. Kok bisa? Ya bisa, karena keriput dan garis-garis halus akan lebih mudah terbentuk di kulit yang kering. Jadi jangan terlalu bersedih ya kalau kita harus mengeluarkan budget ekstra untuk merawat kulit agar terbebas dari jerawat.

Memang menyakitkan mendengar komentar orang: “Orang dewasa kok masih jerawatan? kayak baru puber aja?” atau “Hari gini masih jerawatan? kamu pasti males cuci muka“. Kita sebagai wanita modern yang well educated, jangan sampai men-judge seperti ini ya. Jerawat itu banyak sekali faktor penyebabnya.

Males bersihin muka memang salah satu faktornya, tapi jerawat juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti stres, selalu begadang, tidak cocok dengan produk skincare atau makeup, makan-makanan yang tidak sehat, efek samping konsumsi obat tertentu, penggunaan produk rambut tertentu, dan bisa juga karena gesekan pada kulit wajah oleh jilbab, helm, atau sarung bantal yang kotor.

Kali ini aku mau menceritakan pengalaman temenku yang breakout parah setelah berhenti menggunakan krim-krim dari klinik kecantikan. Perkenalkan namanya Lissa (Find her on Instagram: @lissaardhiani). Lissa ini adalah teman kantor suamiku yang kemudian jadi teman mainku. Dia juga teman nge-gym aku (setahun lalu sih ini, sekarang udah nggak fitness lagi, huhu). Sebenernya aku juga menjadi salah satu penyebab kenapa dia jadi jerawatan sih, hihi. Maapkan aku Liss. ^^v

Dulu, kami cewek-cewek yang satu tempat fitness sering banget jerawatan. Badan lebih sehat, tapi kenapa malah muka malah jadi nggak bersih ya. Kemudian aku langsung cari tau dong, ternyata kalau olahraga itu nggak boleh pake makeup karena dapat menyumbat pori. Setelah berolahraga kita juga harus segera mandi atau paling nggak membersihkan muka supaya kotoran dan keringat tidak lama-lama menetap di wajah dan menyebabkan jerawat.

Kebetulan suatu hari, aku dapat giveaway dari Watsons berupa sabun cuci muka merk Nivea yang travel size sebanyak 6 pcs. Nah, sabun cuci muka itu kubagi-bagikanlah ke sobat gym-ku, salah satunya ke Lissa. Kebetulan Lissa juga bilang kalau sabun cuci mukanya habis. Selama ini dia pakai serangkaian produk mulai dari sabun cuci muka, krim malam dan krim pagi dari dokter di klinik kecantikan (aesthetic center) yang cukup ternama di Jogja sini.

Karena dia belum sempet beli sabun cuci muka ke aesthetic center langganannya, Lissa sementara pakai si Nivea itu. Memang sabun cuci muka Nivea itu ada scrub-nya sih, aku tau bakalan harsh buat kulit. Tapi pikirku, kan kita nge-gym juga nggak tiap hari, 1-2 kali doang seminggu, ya kalau lagi rajin 3 kali seminggu, jadi sesekali cuci muka pake scrub nggakpapalah. Tapi ternyata Lissa pakai sabun muka Nivea ber-scrub itu daily untuk menggantikan sabun cuci mukanya yang habis.

Meski baru beberapa kali pakai, efeknya ternyata bikin kulit wajah Lissa langsung breakout parah dalam hitungan minggu. Beneran sampai keluar jerawat merah dan banyak di area pipi. Sadar akan breakout tersebut, Lissa langsung stop pakai sabun cuci muka Nivea itu, kemudian balik lagi beli sabun cuci muka di aesthetic center langganannya.

Meski sudah balik ke rangkaian perawatan krim dokternya aesthetic center, tetap nggak mempan juga. Breakout makin tambah parah, yang awalnya cuma di pipi jadi melebar ke area jidat dan dagu. Bahkan dari aesthetic center-nya udah dikasih obat minum antibiotik pun tetap nggak ngaruh. Aku sama Lissa sih berpikirnya kulit dia udah ‘ketagihan’ krim dokter, breakout-nya adalah reaksi karena ganti sabun cuci muka yang harsh, terus begitu balik lagi ke rangkaian awal dari dokternya udah nggak mempan lagi karena kadarnya makin tinggi. Mungkin lho ya ini, ini cuma hasil diskusiku aja ama Lissa, hehe.

Terus, aku cerita kalau jerawatku sembuh karena Benzolac. Lissa juga cobain, manjur sih, tapi lama banget reaksinya. Nggak secepet reaksi di jerawatku yang cuma hitungan hari. Kalau aku perhatikan, jenis jerawatku sama Lissa itu beda, jenis jerawatku itu yang ada matanya atau nama bekennya pustules. Kalau Lissa, jerawatnya tipe yang merah meradang nggak ada matanya atau dikenal dengan papules.

Kalian bisa belajar jenis-jenis jerawat dan cara mengatasinya melalui video ini:

Kemudian terjadi diskusi berikut ini antara aku dan Lissa.

Lissa kemudian nyobain pake obat jerawat yang sulfur itu dari another aesthetic center yaitu Larissa. Dia juga sekalian beli sabun muka dan rangkaian anti acne-nya juga. Semenjak pakai rangkaian acne treatment dari Larissa itu, jerawatnya Lissa makin berkurang. Belum yang sembuh total tetapi pertumbuhan jerawatnya lebih terkontrol. Dari sini, terbukti kan bahwa jerawat itu ada banyak jenisnya dan penanganannya beda-beda yang harus disesuaikan dengan jenisnya. Semua ada teori dan penjelasannya, jadi jangan malas untuk cari tau solusi dari masalah kulit kalian ya.

Masalah lain yang harus dihadapi setelah jerawat sudah under control adalah bekas jerawatnya. Kata Lissa, jerawatnya memang membaik tapi bekas jerawatnya ‘ndemblok-ndemblok’ (duh bahasa Indonesia-nya apaan ya), oh sepertinya bisa disebut dengan hiperpigmentasi. Bekas jerawat sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Post Inflammatory Hyperpigmentation (PIH), Post Inflammatory Erythema (PIE), dan Athropic Scars (bopeng). Untuk lebih spesifiknya kalian bisa googling atau mungkin bakalan aku bahas di lain kesempatan ya.

Yang jelas, jenis bekas jerawat Lissa adalah PIH dimana cirinya adalah noda kehitaman karena produksi melanin yang berlebihan akibat jerawat yang meradang atau inflamasi. Nah, cara yang tepat untuk mengatasi PIH adalah dengan mendorong proses pergantian sel-sel kulit atau eksfoliasi agar hiperpigmentasi ini cepat memudar. Salah satunya adalah dengan menggunakan exfoliating agents.

Baca juga: Apa itu Eksfoliasi?

Disini, Lissa menggunakan exfoliating toner yaitu Some By Mi AHA-BHA-PHA 30 Days Miracle Toner seperti yang pernah aku review di postingan sebelumnya.

Baca juga: Some By Mi, Si Toner Ajaib, Bagusan Mana dibanding Cosrx?

Some By Mi Miracle Toner ini beneran menunjukkan miracle-nya dengan memudarkan bekas jerawat Lissa dalam hitungan minggu dan efektif setelah habis satu botol. Selain membantu mengatasi hiperpigmentasi, Some By Mi juga mampu menekan tumbuhnya jerawat-jerawat baru. Iya memang seajaib itu hasilnya di kulit Lissa. Sekarang kulit wajahnya sudah kembali mulus dengan bantuan exfo toner-nya Some By Mi.

Info bagi teman-teman yang mau mencoba menggunakan exfo toner, ingat-ingat ya, harus dibarengi dengan penggunaan sunscreen di pagi/siang hari. Kenapa? Karena toner ini tuh fungsinya bukan cuma buat basah-basahin muka aja, tetapi mengeksfoliasi kulit chemically. Kalau kulit sedang dikikis, tapi nggak dilindungi dari sinar UV, nanti kulit bisa jadi sensitif dan merah-merah. Tentunya akan menyebabkan masalah baru kan?

Sepertinya sudah panjang sekali sharing tentang jerawat kali ini. Apa aja yang bisa kalian simpulkan dari apa yang dialami Lissa tersebut? Pokoknya secara garis besar, setiap masalah pada kulit pasti selalu ada sebab akibatnya, serta penanganan terhadap masalah tersebut berbeda-beda caranya. Rajin-rajinlah cari tau dan jangan mudah menyerah.

Yang mau sharing tentang cara mengatasi jerawat versi kalian boleh lho komen di bawah. Siapa tau bisa membantu teman-teman yang lain yang mempunyai problem yang sama, sharing is caring ye kan. 🙂